Aksi Tanpa Henti dan Wajah Baru di Golden Kamuy
Episode Golden Kamuy kali ini penuh aksi banget. Bukannya episode lain enggak, tapi yang ini kayak nggak ngasih jeda sama sekali. Saking padatnya, banyak nama dan karakter baru bermunculan, bikin kita kadang bingung ngikutinnya. Tapi, gue suka banget cara episode ini membuka lembaran baru dalam cerita. Kita ketemu dua kelompok baru yang juga lagi ngejar emas, satu yang lumayan familiar dan satu lagi yang asing. Pertama, kita kenalan lebih dalam sama Hijikata dan temannya, Nagakura Shinpachi.
Nostalgia Shinsengumi dan Ambisi Baru
Nama mereka memang diambil dari anggota Shinsengumi yang terkenal, tapi Hijikata seharusnya sudah meninggal jauh sebelum cerita Golden Kamuy. Sedikit sejarah nih, Shinsengumi dibentuk di akhir era Keshogunan Tokugawa buat ngelindungin Shogun saat pertemuan diplomatik penting.
Mereka adalah pasukan bersenjata kuat yang jadi 'pengangguran' setelah Keshogunan bubar di era Restorasi Meiji. Salah satu kelompok mereka pergi ke Hokkaido (dulu Ezo) buat mendirikan Republik Ezo, pemerintahan independen yang idenya mirip Republik Demokrasi di Amerika. Tapi akhirnya, mereka dikalahin sama pasukan Kekaisaran Jepang. Hijikata dan Nagakura jelas belum nyerah buat ngewujudin mimpi mereka soal kemerdekaan Hokkaido. Mereka ngobrol di kereta tentang gimana caranya balikin kejayaan mereka.
Teka-Teki dan Pengejar Emas Lainnya
Mungkin ini yang mereka rencanain dengan emas itu. Jadi, gimana mereka nanti bakal ngelawan Sugimoto dan Asirpa? Republik Ezo sendiri nggak selalu punya hubungan baik sama suku Ainu dibanding Kekaisaran Jepang. Pemerintahan Ezo kayaknya nggak nganggap diri mereka beda dari Jepang. Mereka tetap setia sama Kaisar dan ngelihat misi mereka sebagai bentuk ekspansi wilayah Jepang. Tapi, Asirpa dan sukunya mungkin bakal tertarik sama proposal "kemerdekaan Ezo" ini. Lagipula, Hijikata dan Nagakura yang nggak puas sama keadaan sekarang mungkin punya tujuan sendiri, beda sama tujuan para mantan penguasa Republik Ezo. Yang jelas, butuh banyak banget emas buat beli pasukan yang bisa ngelawan tentara Kekaisaran Jepang.
Yang lebih misterius lagi adalah karakter yang kita temuin di akhir episode, mantan tentara lain bareng pemburu beruang terkenal, Nihei Tetsuzou. Mereka kayaknya ngikutin Sugimoto dan Asirpa, tapi mereka lebih tertarik berburu beruang. Jadi, mereka kayaknya bukan ancaman langsung dibanding Hijikata dan Nagakura, meskipun perkenalan mereka lumayan seru. Gue seneng konflik ini bakal meluas.
Divisi 7 Hokkaido itu menarik, tapi sadisme Tsurumi agak monoton. Golden Kamuy selalu terasa kayak versi Jepang dari film Western (atau "Northern" kali ya?). Seluruh cerita "pihak-pihak yang perang buat ngejar emas" ini adalah plot yang sering dipake, paling terkenal di film The Good, the Bad and the Ugly, salah satu film Spaghetti Western Italia yang paling ikonik. Genre itu nambahin kekerasan dan ambiguitas moral ke genre Western, yang bisa kita lihat juga di Golden Kamuy. Makin banyak pihak yang ikut, bahaya buat pahlawan kita makin gede.
Yang bikin Sugimoto dan Asirpa beda dari karakter di film Western modern adalah mereka ngejar tujuan yang mulia setidaknya untuk sekarang. Tapi itu nggak berarti lawan mereka nggak punya alasan yang kuat juga.
Harmoni dan Perbedaan
Tsurumi mungkin menyeramkan dan jelas-jelas jahat, tapi rasa marah anak buahnya karena perlakuan pasca-perang bisa dimengerti. Sementara Hijikata dan Nagakura punya tujuan politik yang menarik, terkait sama salah satu pergeseran kekuasaan paling terkenal di sejarah Jepang.
Gue seneng banget Asirpa dan Sugimoto akhirnya bisa bareng lagi. Shiraishi yang ikut nambahin unsur komedi, apalagi pas dia bantuin bikin sukiyaki dari kuda. Gue juga suka akhirnya Asirpa mau nyoba miso, jadi dia tahu rasanya nggak kayak kotoran. Adegan itu jadi kocak banget, apalagi waktu Asirpa bikin muka-muka konyol.
Sugimoto nggak bisa nahan senengnya waktu tahu Asirpa suka juga sama makanan "aneh"nya. Sugimoto juga kayaknya mulai terbiasa sama masakan Asirpa. Dia bahkan nggak bereaksi waktu Asirpa ngomongin enaknya otak rusa. Gue seneng liat mereka berdua bisa nyatuin perbedaan budaya.
Ngomongin visual, adegan legenda rusa Ainu minggu ini keren banget. Gue selalu suka kalau anime tiba-tiba ganti gaya gambar jadi fantasi kayak gini, dan yang minggu ini bener-bener mengesankan. Gue bisa maklumin masalah animasi di adegan aksi yang ketutup karena kebanyakan di tempat remang-remang kalau kita dapet lebih banyak momen kayak gini. Gue berharap Golden Kamuy lebih sering pake cara narasi ini buat ceritain kisah-kisah Asirpa.
Golden Kamuy punya banyak hal menarik seiring ceritanya terus berkembang. Memang masalah teknisnya belum beres, tapi sisi positifnya jauh lebih banyak. Dengan adegan kayak legenda rusa Asirpa, adaptasi anime ini mulai terasa punya ciri khas sendiri bukan cuma pengganti yang jelek dari manganya yang luar biasa. Gue makin yakin kalau anime ini bakal terus jadi lebih baik dan lebih baik lagi.

0 Komentar
Silahkan Memberi Komentar, Utamakan Kesopanan Anda Dalam Berkomentar :D